Selasa, 19 Februari 2008

BELAJAR

(Pembelajaran 1)

Sudah berapa kali aku belajar, sudah berapa kali aku gagal. Apakah karena IQ-ku yang berbeda dengan IQ-Sahabat yang lain? Sahabat yang lain sudah berlari jauh meninggalkan sementara aku masih berdiri di tempat, belum.. belum dan belum juga beranjak di tempat semula. Jika begitu MALANG benar NASIB-KU ini.


Aku putar kembali jarum jam, putar hari, putar tahun…. Oh ternyata sudah berapa tahun memulai belajar? Bukankah semenjak taman kanak-kanak aku sudah belajar, diajari oleh guru-Ku ibu Kus..mengenalkan angka dan abjad. Di Sekolah Dasar pada jamanku diajari membaca Ini Budi, Ini ibu Budi dan Ini bapak Budi, Di SMP aku diajari rumus ABC, di SMA di ajari Integral dan Perguruan Tinggi di sampai diajari Metodologi Kuantitatif untuk penelitian.

Apabila dihitung dari tahun pertama mengenal abjad dan angka sudah berapa kali mengalami kegagalan dan apakah aku memang BERNASIB MALANG TERUS……? bukankah sampai saat ini aku masih hidup, masih bisa menghidupi keluarga, masih bisa belajar menulis artikel yang Anda baca ini!.

Aku gagal atau berhasil sedikit?

Setiap orang dalam belajar pasti mempunyai tujuan yang hendak dicapai, atau apa yang akan diperoleh setelah selesai belajar. Dan untuk mengetahui hasilnya pasti diberikan evaluasi terhadap apa yang sudah dipelajari. Jika keberhasilan di tentukan dengan skala 1 sampai 10. Sebagaian orang memaknai nilai 1-5 adalah gagal dan nilai 6-10 adalah sukses.

Tentu anggapan seperti ini membuat pikiran-Ku menjadi Stres, Bernasib malang, Menganggap aku bodoh dan Merasa rendah diri dari orang lain, karena tidak bisa mencapai skala yang dianggap sukses.

Oke….itu dulu, sekarang aku dapat menghibur diriku dengan mengatakan bahwa AKU BARU BERHASIL SEDIKIT oleh karena itu aku mau belajar, belajar dan terus belajar sehingga keberhasilan yang sedikit demi sedikit akan menjadi tidak sedikit lagi.

Apa hubungannya dengan NGEBLOG.?

Siapapun akan senang pada saat pertama kali blog yang dibikin itu jadi, dihiasinya blog dengan ucapan selamat datang, disediakan buku tamu,, dipasang papan data jumlah pengunjung, dan artikel. Apakah semudah itu?

Membuat artikel yang bagus itu sulit, mencari pengunjung yang mau datang juga sulit, ngajak tukar link juga sulit, mempertahankan traffic amat sulit. Bahkan saat pertama kali aku membuat artikel, Stat Counter menunjuk angka 0 (nol) alias tidak ada pengunjung, selama beberapa hari, hanya ada 1 orang yang mengunjungi, yaitu aku sendiri yang membaca artikel. Ternyata belajar membuat, mengisi blog itu sulit.

Tapi tidak mau disebut gagal, yach…. baru berhasil sedikit demi sedikit. Fakta pada sepuluh dari hari pertama yang mengunjungi blogku 1+1+1+1+2+2+2+3+3 pernah 10, 25, 35 kemudian pengunjung turun lagi….menjadi 6+5+4 hal ini wajar saja barangkali pasang surut (kayak laut aja..he. he...) Apakah hal ini dialami oleh Sobat-sobat yang lain? Untuk menghibur diri, Aku menyakinkan diri bahwa Stat Counter tidak akan mundur lagi jumlahnya dari hari ini.

Belajar merangkak

Untuk menenangkan hati, Aku mengumpamakan blogku ini seperti bayi yang sedang belajar merangkak untuk memulai latihan berdiri, bisa berjalan, mungkin suatu saat harus bisa lari untuk mengejar sesuatu impian.

Bayi yang dilahirkan mempunyai insting untuk melakukan proses pembelajaran. Bayi mengembangkan ketrampilan setiap hari. Bukan hanya ketrampilan biasa, juga mengembangkan tugas yang paling berharga sepanjang hidup, yaitu belajar berjalan dan berbicara.

Ia tidak pernah menganggap proses pembelajaran itu terlalu sulit atau tak berguna, tidak takut melakukan kesalahan atau merendahkan diri mereka. Bayi berjalan, jatuh, bangkit lagi dan pantang menyerah.

Bagi-Ku hanya ada dua pilihan menjadi pembelajar atau bukan pembelajar.


(Bersambung…)Technorati Profile

Tidak ada komentar: